Login Form

Pangi Syarwi Chaniago

"Bersama Membangun Bangsa"

Pangi Syarwi Chaniago: Pemikiran Marxisme

The Communist Manifesto and Beyond

Pemikiran perjuangan kelas dikemukakan Marx dan Engels adalah sejarah arti semua masyarakat yang ada sampai saat ini merupakan cerita dari perjuangan kelas, kebebasan dan perbudakan, bangsawan, perbudakan, pelayan, para tukang dengan kata lain, penekan dan yang ditekan, berada pada posisi yang bertentangan antara satu dengan yang lainnya, dan berlangsung tanpa terputus.[1]

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago:Pemikiran Politik Hobbes dan Locke

Pemikiran  Politik

 Pangi Syarwi Chaniago

 Work and Politics

Hobbes sangat tertarik dengan politik, Hobbes menulis tentang kedaulatan yang tidak melekat pada raja. Dalam buku Mc Donald, banyak orang yang menjadi pengecut karena adanya kecemasan dan tidak suka dengan tulisan-tulisan Hobbes ketika itu. Sebenarnya pindahnya Hobbes ke Francis adalah di sebabkan  tidak adanya kecocokan budaya dan kebebesannya berfikir, yang berbeda jauh ketika Hobbes di Ingris yang banyak ditentang pemikiran dan tulisannya, berbeda jauh ketika Hobbes di Francis ia dapat diterima dengan cepat dan berbaur dengan tokoh masyarakat, berdiskusi, faktor pindahnya Hobbes juga di sebabkan oleh masalah kerusuhan yang terjadi akibat pengaruh dari revolusi di Ingris ketika itu.

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago: Demokrasi Liberal

Pangi Syarwi Chaniago

Demokrasi liberal lebih menekankan pada pengakuan terhadap hak-hak warga negara, baik sebagai individu ataupun masyarakat. Dan karenanya lebih bertujuan menjaga tingkat represetansi warganegara dan melindunginya dari tindakan kelompok atau negara lain. Liberalisme atauLiberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. definisi singkat dari liberlisme itu sendiri cukup sulit untuk dipaparkan dalam sebuah bentuk kalimat, namun kita bisa mencoba menggaris bawahi makna penting dari liberlisme itu sendiri dimana paham ini labih jauh berbicara mengenai kebebasan, yang baik gagasan tentang negara konstitusional yang dilandaskan pada kedaulatan hukum dalam demokrasi, perlindungan atas hak milik pribadi dalam praktek kapitalisme modern, serta perlindungan atas kebebasan individu melalui gagasan besar tentang civil liberties kesemuanya adalah bagian dari kebajikan umum yang lahir dari filsafat liberal.

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago: Teori Kelas

Elite adalah individu-individuyang berhasil memiliki bagian terbanyak dari nilai-nilai (values) dikarenakan kecakapannya,  serta sifat2 kepribadian mereka; dan karena kelebihan tersebut maka mereka terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan; (Harold D. Laswell). Elite adalah individu- individuyang menduduki posisi puncak dalam institusi ekonomi, politik dan militer (C. Wright Mills).

Teori elit diarahkan untuk menentang gagasan sosialismeMarxis tentang kelas penguasa yang kekuatan politiknya didasarkan atas kepemilikan alat-alat produksi. Menurut Pareto, yang disebut dengan kelompok elit adalah sekelompok kecil individu yang memiliki kualitas-kualitas terbaik, yang dapat menjangkau pusat kekuasaan sosial politik. Elit merupakan orang-orang yang berhasil, yang mampu menduduki jabatan tinggi dalam lapisan masyarakat. Sementara Gaetano Mosca menyebutkan bahwa di setiap masyarakat yang berbentuk apapun senantiasa muncul dua kelas, yaitu kelas yang memerintah dan kelas yang diperintah. Kelas yang memerintah memiliki jumlah yang sedikit, memegang semua fungsi politik, monopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan.

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago:Teori Legitimasi, Revolusi dan Transisi Demokrasi

Transisi  demokrasi adalah periode antara (interval period) dari suatu orde otoriter ke orde yang tidak terlalu jelas sosoknya. Ketidakjelasan ini dipahami sebagai “rangkaian berbagai kemungkinan” bentuk orde politik. Transisi dapat mengarah kepada penciptaan sejenis demokrasi, kembalinya jenis razim otoriter yang lain, atau munculnya suatu alternatif yang lebih revolusioner. Menurut Rustow, transisi biasanya melewati tiga tahap: (1) terjadinya polarisasi antar pemain-pemain politik baru; (2) terjadinya kompromi dan negosiasi, karena sadar tidak bisa bermain secara mutlak-mutlakan; dan (3) habituasi (pembiasaan) terhadap aturan-aturan main demokratis.

Read more:

You are here: Home Makalah