Login Form

Pangi Syarwi Chaniago

"Bersama Membangun Bangsa"

Pangi Syarwi Chaniago:Titik Balik Demokrasi

BAB I PEMILU: PILAR DEMOKRASI

“Pemilu adalah mesin demokrasi untuk menciptakan pemimpin yang paripurna, pemimpin yang dicintai rakyatnya dan rakyatnya mencintainya. Republik ini sibuk dengan pemilihan kepala daerah (demokrasi prosudural).  Namun mesin Pemilu hanya menghasilkan pemimpin yang kerdil, figur politik yang ternyata busuk dan tidak setia kepada amanat rakyat, hanya datang menemui konstituen dan rakyat ketika akan pemilu, dan suka mengubar janji pada rakyat”.

“Yang merusak  Demokrasi selama ini adalah nafsu untuk menuai hasil politik dalam jangka pendek tanpa proses yang baik.Demokrasibisa hancur ketika semuanya ingin jadi penguasa. Membangun demokrasi adalah jalan yang panjang, bahkan sangat panjang dan butuh kesabaran”

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago: Menggeser Rezim Otoritarian

Sulitnya Demokrasi

Demokrasi bisa hancur ketika semuanya ingin jadi penguasa, seperti yang dikatakan Plato dalam pemikirannya Negara Kota (City State). Athena yang berkembang menjadi sebuah negara demokrasi pada masa Pericles,  kemudian hancur pada tahun 404 SM setelah diserang oleh Sparta yang kuat dari segi militer pada perang  Peloponnesia.  Penyebab hancurnya Athena karena demokrasi mengalami dis-order (kondisi ketidak-teraturan). Inilah yang dialami negeri kita hari ini, yang kemudian menjadi kegelisahan kita dengan demokrasi liberal yang kebablasan tentu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Demokrasi dari rakyat untuk rakyat,  suara rakyat adalah suara tuhan, ketika rakyat tidak bertuhan lagi, maka suara rakyat  bisa menjadi suara setan.

Demokrasi dengan segala cacat bawaan yang dibawanya,  ketika ada orang baik-baik, tidak terlibat dalam hukum pidana, terus berjuang  sepenuh hati ditengah masyarakat,  santun, dan berakhlak mulia semantara ada lagi elit yang sudah cacat namanya, jahat, memperkaya diri sendiri, turun ke bawah ketika akan mau kampanye saja, dengan selogan berjuang dan berlindung atas nama rakyat, saat pemilihan dilaksanakan masyarakatnya lapar, diberi uang seratus ribu rupiah oleh yang cacat nama tadi,  pertanyaanya siapa yang akan dipilih? Ternyata yang memberi uang tadi terpilih “rasional choice”, inilah yang kemudian  menjadi elit penguasa di republik ini. Ketika elit dan penguasa  jahat terpilih menjadi pemimpin  dalam negara, maka ini adalah bentuk hukuman dan siksaan dari Tuhan kepada rakyatnya. Tesisnya demokrasi kita relatif  tidak menghasilkan sirkulasi elit atau pemimpin yang berkualitas (high political).

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago:Demokrasi Tak Datang Alamiah

Masa Depan Demokrasi di Indonesia

Masa depan demokrasi akan sangat ditentukan oleh keberadaan dan kinerja pranata-pranata demokrasi formal, seperti legislatif, eksekutif dan yudikatif. Demokrasi juga membutuhkan kaum demokrat. Dalam level yang luas, demokrasi membutuhkan partai-partai politik moderen dan profesional yang sekarang masih terlihat gagu dan hanya memikirkan diri sendiri.

Tidak hanya itu, demokrasi diharapkan mampu menjadikan negara kuat. Demokrasi di negara yang tidak kuat akan mengalami masa transisi yang panjang. Dan ini sangat merugikan bangsa dan negara. Demokrasi di negara kuat (seperti Amerika) akan berdampak positif bagi rakyat. Sedangkan demokrasi di negara berkembang seperti Indonesia tanpa menghasilkan negara yang kuat justru tidak akan mampu mensejahterakan rakyatnya. Negara yang kuat tidak identik dengan otoritarianisme maupun militerisme.

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago: Pemikiran Marxisme

Materialisme DialektikaKarl Marx

Materialisme adalah paham ajaran yang menekankan keunggulan faktor-faktor material atas yang spiritual dalam metafisika, teori nilai, fisiologi, epistimologi atau penjelasan historis. Ada beberapa macam materialisme, yaitu materialisme biologis, materialisme parsial, materialisme antropologis, materialisme dialektis, dan materialisme historis.

Manusia selalu terkait dengan hubungan-hubungan kemasyarakatan yang melahirkan sejarah. Manusia adalah makhluk yang bermasyarakat, yang beraktivitas, terlibat dalam suatu proses produksi. Hakikat manusia adalah kerja (homo laborans, homo faber). Jadi, ada kaitan yang erat antara filsafat, sejarah dan masyarakat. Pemikiran Karl Marx ini kemudian dikenal dengan Materialisme Historis atau Materialisme Dialektika.

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago: Perbandingan DPD dan Senat

B.     SENAT DI AUSTRALIA (Bicameral: House Of Representatives dan Senate)

a. Senat

Australia menganut system 2 (dua) kamar yaitu House of Representatives (setara DPR di Indonesia) dan Senate (setara dengan DPD di Indonesia) yang anggotanya dipilih secara proporsional, dan House of Representatives yang anggotanya dipilih secara preferensial.

Dalam Parlemen Australia, terdapat 76 anggota Senat yang biasa disebut dengan istilah senator, di mana 12 orang masing-masing berasal dari 6 negara bagian dan 2 orang masing-masing berasal dari 2 wilayah khusus.  Anggota Senat dipilih untuk jangka waktu 6 (enam) tahun, dengan setengah pemberhentian setiap tiga tahun sekali. Dengan mengggunakan sistem pemilihan proposional, setiap negara bagian dan wilayah khusus di Australia akan menjadi satu daerah pemilihan di saat mereka memilih calon anggota Senatnya. Pada praktinya, sistem ini akan memberikan kemudahan bagi calon independen dan para kandidat dari partai-partai kecil untuk dipilih. Sebaliknya, sistem ini akan lebih menyulitkan partai-partai besar untuk memperoleh suara mayoritas di dalam Senat.

Read more:

You are here: Home Makalah