Login Form

Pangi Syarwi Chaniago

"Bersama Membangun Bangsa"

Pangi Syarwi Chaniago: Mengebiri Hak Politik Sultan

Pengamat: Pangi Syarwi Chaniago

DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (RUUK DIY) menjadi undang-undang dalam sidang paripurna Kamis (30/8). Kini, rakyat Yogyakarta tinggal menunggu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meneken undang-undang tersebut untuk memperoleh hak-hak keistimewaannya setelah sembilan tahun terkatung-katung. Namun, UUK DIY masih dibayangi uji materi.

Pengisian jabatan Gubernur DIY bersumber dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang dipimpin Sultan Hamengku Buwono. Wakil Gubernur DIY bersumber dari Kadipaten Pakualam yang dipimpin Adipati Paku Alam. Ada beberapa pasal krusial, absurd, dan kontroversial dalam UUK DIY. Masyarakat Yogyakarta perlu menganalisis pasal per pasal, ayat per ayat, agar tidak sampai ada keapesan pemerintah dan Keraton Yogyakarta.

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago: Hitam Putih Demokrasi

Pengamat: Pangi Syarwi Chaniago

Demokrasi mensyaratkan  tak sekedar pemilihan umum dan konstitusi. Demokrasi tergantung pada tradisi dan organisasi yang mengajarkan rakyat terbiasa dalam mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan dasar demokrasi. Demokrasi yang ada saat ini hanya sebatas demokrasi bungkusan atau prosedural, belum menuju demokrasi substansial.Elite politik juga harus berhenti membanggakan pepesan kosong bahwa Indonesia disebut sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Lunturnya etika para elite politik akibat gaya politik yang pragmatis, miskin  idealisme dan  sering absen dalam tugas pokok namun sangat rajin dalam aktifitas-aktifitas ilegal sebagai pemantik demokrasi kriminal. Gurat kegalauan semakin tergambar jelas pada wajah demokrasi bangsa. Demokrasi tanpa hukum dampaknya adalah demokrasi kriminal, hukum disini justru tunduk kepada penguasa.

Cita pemilu sebagai rahim suci demokrasi yang semestinya melahirkan pemimpin paripurna, dicintai dan mencintai rakyatnya, kini tak lebih dari seremoni yang nihil nilai. Hanya menghasilkan pemimpin kerdil, figur politik yang tidak setia kepada amanat yang diemban, serta melahirkan politisi yang hanya datang menemui konstituen menjelang pemilu dengan segudang janji yang diumbar.

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago: Kemenangan Mekanisme Pasar

Pengamat: Pangi Syarwi Chaniago

Kenaikan sangat signifikan berdampak pada rakyat, khu­susnya mereka yang berpendapatan menengah ke bawah. Kenaikan ini akan menggerus daya beli rakyat yang sudah sangat rendah, pendapatan rumah tangga miskin semakin merosot, sedangkan harga kebutuhan pokok terus meroket. Biasanya kenaikan harga ini bersifat momentum, tetapi harga tak pernah kembali normal setelah momentumnya usai. Pemerintah hanya bisa memonitoring harga kebutuhan pokok tapi tak berdaya menstabilkan harga kebutuhan pokok. Mulai dari harga sembako (beras, daging, kedelai), tiket pesawat terbang dan kareta api, harganya naik 200 persen menjelang Ramadhan, adalah bukti negara telah dikalahkan oleh  sistem mekanisme pasar.

Read more:

You are here: Home Opini