Login Form

Pangi Syarwi Chaniago

"Bersama Membangun Bangsa"

Pangi Syarwi Chaniago: Menyoal Ketamakan Elite

Pengamat: Pangi Syarwi Chaniago

Elite politik mempertontonkan ketamakan dengan menggerogotij uang rakyat secara brutal. Penyakit lemah karakter yang menumbuhkan jiwa korup, penyimpangan, kemegahan, dan lupa diri boleh jadi tumbuh dalam virus mentalitas rendah diri yang meretakkan bayangan kebangsaan.

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago: Pembatasan Politik Dinasti

Pengamat: Pangi Syarwi Chaniago

Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) memperluas pembatasan politik kekerabatan atau politik dinasti dengan memberlakukannya tidak hanya bagi calon kepala daerah (Koran Jakarta, 28/2).

Dalam Rancangan Undang-Undang pemilihan kepala daerah, pembatasan politik dinasti yang ditawarkan oleh Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri yaitu wakil kepala daerah yang pengisian jabatannya akan ditunjuk oleh kepala daerah dari kalangan PNS, tidak ada ikatan perkawinan, lurus ke atas, ke bawah, ke samping dengan kepala daerah, ini upaya untuk memotong terjadinya politik dinasti di daerah.

Read more:

Pangi Syarwi Chaniago: Kemitraan KPU dan Lemsaneg

Pengamat: Pangi Syarwi Chaniago

Kerja sama KPU dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) tetap menjadi perdebatan walaupun sebagian anggota DPR mendukung. Pelibatan Lemsaneg dalam pengamanan data Pemilu 2014 tujuannya baik, guna mengantisipasi serangan “hacker” (peretas). Namun, risiko yang ditimbulkan cukup serius karena Lemsaneg sulit bertindak netral. 

Maka, kerja sama tersebut perlu dipertanyakan karena pemilu 1999, 2004, dan 2009 tanpa kerja sama dengan Lemsaneg pun, data KPU terbukti relatif aman. Sebelum menganalisis lebih dalam, tentu harus diketahui cara kerja Lemsaneg. Lembaga ini resmi terbentuk melalui perintah lisan menteri pertahanan. 

Read more:

You are here: Home Opini