Login Form

Pangi Syarwi Chaniago

"Bersama Membangun Bangsa"

Pangi Syarwi Chaniago:Titik Balik Demokrasi

BAB I PEMILU: PILAR DEMOKRASI

“Pemilu adalah mesin demokrasi untuk menciptakan pemimpin yang paripurna, pemimpin yang dicintai rakyatnya dan rakyatnya mencintainya. Republik ini sibuk dengan pemilihan kepala daerah (demokrasi prosudural).  Namun mesin Pemilu hanya menghasilkan pemimpin yang kerdil, figur politik yang ternyata busuk dan tidak setia kepada amanat rakyat, hanya datang menemui konstituen dan rakyat ketika akan pemilu, dan suka mengubar janji pada rakyat”.

“Yang merusak  Demokrasi selama ini adalah nafsu untuk menuai hasil politik dalam jangka pendek tanpa proses yang baik.Demokrasibisa hancur ketika semuanya ingin jadi penguasa. Membangun demokrasi adalah jalan yang panjang, bahkan sangat panjang dan butuh kesabaran”

BAB II ETIKA DAN PERILAKU POLITIK KELAS TINGGI (HIGH POLITICAL)

“Politik awalnya adalah mulia, yang punya tujuan untuk menciptakan keteraturan, keindahan, kesopanan dan kesejahteraan bagi sebuah warga kota”. Politik itu sesungguhnya tidaklah kotor dan jahat seperti persepsi dan asumsi  kebanyakan manusia. Yang kotor dan jahat itu adalah orang yang menjalankan atau mempraktekkan politik tidak sesuai dengan ”roh” dan filosofinya”.

“Elit politik zaman sekarang ibarat teori keasadaran palsu sibuk dengan politik pencitraan, dan miskin sekali dengan politik pelayananan.Prilaku elit masih sibuk dengan urusannya sendiri, sementara tingkat pembelaanya terhadap rakyat masih jauh dan rendah, pada akhirnya muncullah politikus-politikus murahan penggasak uang negara”

BAB III KORUPSI DAN POLITIK: RELASI PENGUASA DAN PENGUSAHA

”Muncullah bandar dan cukong  politik, relasi antara peng(uasa) dengan pung(usaha), para pemodal tidak hanya membiayai satu orang kandidat, tapi semua kandidat. Siapapun pemenangnya kelak, pemodal tetap mendapatkan keuntungan politik alias pemodallah pemenang yang sesungguhnya”.

”Korupsiitulah penyakit manusia Indonesia, korupsi adalah akar dari semua masalah, korupsi adalah kejahatan luar biasa, koruptor adalah teroris sejati, sama dengan tikus koruptor harus diberantas yang merusak dan membahayakan kehidupan kita, korupsi tetap perbuatan syrik, sesat dan dosa, itulah sederetan bahasa bahasa legendaris untuk menghajar praktek korupsi di Indonesia”.

BAB IV KASUS HUKUM TERSANDERA KEPENTINGAN POLITIK

“Hukum dikalahkan oleh keputusan politik. Hukum tersan­dera oleh kepentingan politik para elit. Hukum seakan tidak ber­daya. Hukum tidak hadir untuk menegakkan nilai-nilai kebe­naran. Akhir-akhir ini publik melihat hukum semakin  rusak,  akibat wiba­wanya yang hilang.Saling sandera, si A tokoh partai anu, menjadikan kasus si B sebagai senjata menyerang lawan politiknya. Si Z, tokoh besar partai lain, tidak tinggal diam. Perlawanan diberikan dengan menjadikan kasus C sebagai peluru untuk menyerang balik si A. Jadilah ”saling sandera” sebagai babak baru perpolitikan di negeri ini”.

BAB V KEJAHATAN NEGARA TERHADAP RAKYAT

”Kekerasan yang terjadi membuat Negara seakan tidak ada. Negara tidak hadir, polisi ada di tempat TKP, namun meminjam kata Sartre“ada dan tiada” atau meminjam pepatah Arab, “Wujuduhu ka ‘adamihi”, adanya sama seperti tiadanya.  Inilah akar masalah kekerasan dan anarkisme di Negeri ini adalah akibat ketidakseriusan Negara dalam mengurus dan menata Negara Indonesia”

 

 

 

 

You are here: Home Makalah Pangi Syarwi Chaniago:Titik Balik Demokrasi