Login Form

Pangi Syarwi Chaniago

"Bersama Membangun Bangsa"

Pangi Syarwi Chaniago: Political Marketing

BAB III

METODE PENELITIAN

III. 1    Pendekatan  Penelitian

Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena lebih mampu menemukan fakta dalam melihat ralitas di lapangan dengan teori. Marketing politik akan melihat kemenagan demokrat melalui mesin apa. Inilah kemudian kenapa peneliti mengunakan metode kualitatif .

Menurut Bogdan dan Taylor, penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.[28] Dengan pendekatan ini, peranan penulis dalam penelitian sangat dominan dan menentukan karena ciri-ciri penelitian kualitatif itu menempatkan peneliti baik secara sendiri ataupun dengan bantuan orang lain sebagai alat pengumpul data yang paling utama atau sebagai instrumen penelitian itu sendiri.

III.2 LokasiPenelitian  

Secara umum untuk mendapatkan dan mengetahui data-data penelitian ini dengan lengkap,Lokasi penelitian ini adalah di laksanakan insyaalah di kota padang,dengan cara bertemu langsung dengan jajaran pimpinana partai Demokrat di Kota Padang  untuk mendapat informasi lebih lengkap.

Tidak bisa di pungkiri,  pemilu legislatif 2009   di kota padang di menangkan oleh demokrat. Pada tahun 2004 di menangkan oleh PKS, Partai demokrat di kota padang pada pemilu 2009 mendapatkan kursi paling banyak, di samping itu yang menjadi dasar pemikiran penelitian ini di lakukan di kota padang adalah masyarakatnya rata rata sudah berpendidikan tinggi dan juga memudahkan berkomonikasi dengan DPD dan DPW.

III.3 Peranan Peneliti

Kegiatan penelitian di mulai dengan proses pencarian sumber sumber data dan literatur yang di butuhkan pada tujuan penelitian, yaitu melalui survai awal dan observasi di kantor DPD, DPWdan DPC Partai Demokrat di kota padang . Ini akan di lakukan setelah mendapat izin penelitian/survey di DPD, dan DPW Partai Demokrat Kota Padang .

Dalam penelitian ini peneliti bukanlah orang yang terlibat secara langsung dengan obyek yang akan diteliti atau lebih dikenal dengan istilah non-partisipan. Dalam artian bahwa bahwa pada penelitian ini peneliti melakukan serangkaian tindakan terkait dengan upaya untuk mendapatkan data sesuai dengan objek yang diteliti dengan tetap berada diluar realitas atau lingkup sosial yang akan diteliti.

III.4 Teknik Pemilihan Informan

Informan merupakan orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian. Moleong mengatakan bahwa informan adalah orang-orang yang dipilih sesuai kepentingan permasalahan dan tujuan penelitian.[29]

Dalam penelitan ini penulis menggunakan tekhnik pemilihan informan dengan metodepurposive sampling dan snowbball samplingPurposive sampling adalah tekhnik menentukan informan secara sengaja dengan mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan masalah penelitian. Merujuk pada pendapat James Spradley,[30]Informan yang akan nenjadi subjek penelitian ini adalah:

1. Informan telah cukup lama dan intensif menyatu dengan kegiatan atau medan aktivitas yang menjadi sasaran penelitian

2. Informan masih terlibat aktif dan penuh pada lingkungan atau kegiatan yang menjadi perhatian peneliti

3. Informan mempunyai cukup banyak waktu atau kesempatan untuk dimintai informasi

4. Peneliti merasa lebih tertantang untuk belajar sebanyak mungkin dari informan

Snowball Sampling adalah menentukan informan dengan cara menentukan di lapangan sesuai dengan tujuan penelitian. Untuk menentukan informan salah satu caranya melalui keterangan dari orang yang berwenang baik secara formal maupun informal.[31]Pemilihan informan dilakukan tiga tahap yaitu, a) pemilihan sample awal. b) Pemilihan sampel lanjutan guna memperluas deskripsi informan dan melacak variasi informasi yang mungkin ada (c) Menghentikan pemilihan sampel lanjutan bilamana sudah tidak dianggap ditemukan variasi informasi (sudah terjadi replikasi informasi). Dalam snowball sampling varian sampel informan memang diperlukan agar tidak terbatas pada sekelompok individu saja, yang seringkali memiliki kepentingan tertentu sehingga membuat hasil penelitian menjadi bias dan harus memiliki prediket sebagikey informan yang sarat dengan informasi  yang diperlukan sesuai dengan tujuan penelitian. Ketika tidak dijumpai lagi variasi informasi (terjadi kejenuhan data) pada saat itu pemilihan sampel baru tidak diperlukan lagi dan kegiatan pengumpulan data atau informasi dilapangan dianggap berakhir.

Dengan teknik pengumpulan data yang demikian maka penelitian ini mengadakan pemilihan informan sebagai sumber- sumber data sebagai berikut:

1.      Informan Biasa; informan ini fungsinya untuk mendapatkan data data sekunder tentang marketing politik demokrat ( kemenangan demokrat pada pemilu legislatif 2009) dengan adanya informan biasa maka akan memudahkan melihat marketing politik partai demokrat pada pemilu legislatif 2009.

2.      Informan Kunci; bertujuan untuk mendapatkan data primer . data yang di tulis untuk menganalisa yang berkenaan dengan masalah yang akan penulis teliti.

III.5 Unit Analisis

Unit analisis adalah satuan yang akan diteliti. Dalam penelitian ini yang menjadi unit analisis adalah organisasi. Dimana peneliti ingin melihat Marketing partai demokrat secara organisasi dengan mengambil beberapa orang yang dianggap berpengaruh dan mewakili dari partai tersebut.

Dalam penelitaian ini, unit analisis yang penulis teliti adalah Marketing politik partai demokrat, dengan cara menganalisa baik baliho, spanduk,iklan, BLT yang di jalankan oleh partai demokrat dalam pemilu legislatif 2009. caranya adalah informan peneliti yang diwawancarai adalah orang orang yang teridentifikasi dan di katakan mapu memberiakn representatif data terkait dengan pemilu legislatif 2009.

III.6 Teknik Pengumpulan Data.

Sementara itu, tekhnik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini secara berturut-turut sebagai berikut:

            A. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan kelembagaan, ketatalaksanaan dan kepegawaian. Ini diperuntukkan agar dapat memperoleh data sekunder. Tujuannya adalah untuk mendukung penelitian yang sekaligus untuk mengetahui aspek-aspek terpenting yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti sehingga penelitian lebih terarah.

Dokumentasi dalam hal ini adalah suatu upaya untuk memperoleh data-data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini. Dokumentasi dalam hal ini dapat dilakukan dalam bentuk hasil liputan media, kliping artikel majalah/koran, tinjauan kepustakaan terkait dengan data yang ingin peneliti dapatkan.

         B. Wawancara Mendalam

Ada beberapa bentuk atau tipe wawancara yang lazim digunakan dalam penelitian studi kasus, diantaranya adalah : Pertama, tipe wawancara open ended, artinya dengan teknik wawancara mendalam, dimana peneliti dapat bertanya kepada responden tentang fakta-fakta suatu peristiwa yang akan diteliti di samping opini mereka mengenai peristiwa yang ada. Kedua, tipe wawancara terfokus, dimana responden diwawancarai dalam waktu yang pendek. Dan wawancara ketiga adalah tipe wawancara yang memerlukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih terstruktur.[32]

Adapun tipe wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah Open-endeddengan teknik wawancara mendalam (indepht interview). Hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat menggali informasi lebih luas dari informan peneliti, karena selain menanyakan fakta-fakta terkait dengan peristiwa yang diteliti, peneliti juga bisa meminta opini tentang fenomena tersebut.[33] Untuk itu peran peneliti dalam membangun rapport sangat penting pada proses pengumpulan data agar tidak ada kekhawatiran oleh informan kepada peneliti sehingga proses penggalian data dapat berjalan lancar. Rapport adalah suatu situasi yang tercipta sedemikian rupa sehingga terjalin hubungan baik dan akrab antara pewancara dan responden.[34]

     

III.7 Uji Pembuktian (Triangulasi) Data

Validitas data adalah langkah untuk mengukur tingkat objektifitas data penelitian yang telah diperoleh dilapangan. Dalam hal ini untuk menguji kevalitan data maka peneliti menggunakan teknik triangulasi data. Triangulasi data merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu diluar data tersebut, untuk keperluan pengecekan atau pembangding data tersebut.[35]

Tringulasi sumber data berusaha untuk mebandingkan dan mengecek derajat kepercayaan dan validitas data yang di peroleh melalui data dan waktu yang tidak bersamaan. Validitas data adalah merupakan langkah untuk mengukur tingkat subjektifitas data penelitian yang di peroleh dari lapangan . Disamping itu juga melakukan pemeriksaan keabsahan data untuk keperluan pengecekan dan pembanding , adapun yang menjadi item pembanding adalah data hasil pengamatan, data hasil wawancara , informasi secara fungsional informan, ionformasi informan di depan umum.

Data yang sudah didapatkan kemudian diuji dengan metode triangulasi yaitu tekhnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Tekhnik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. Menurut Denzin seperti dikutip Moleong, terdapat empat macam triangulasi sebagai tekhnik pemeriksaan.[36]

 Pertama,triangulasi dengan sumber, yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Hal itu dapat dicapai dengan jalan : (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara; (2) membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi; (3) membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu; (4) membandingkan keadaan dan perspektif seorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan; (5) membandingkan hasil wawancara dengan suatu dokumen yang berkaitan.

Kedua,triangulasi dengan metode yaitu dengan (1) pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa tekhnik pengumpulan data dan (2) pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.

 Ketiga,Triangulasi dengan penyidik yaitu dengan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Pemanfaatan pengamat lainnya membantu mengurangi kemencengan dalam pengumpulan data.

III.8 Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan tekhnik analisis data kualitatif emik dan etis. Analisis emik artinya data digambarkan menurut apa adanya sebagaimana digambarkan oleh subjek penelitian atau informan sedangkan analisis etik artinya suatu upaya untuk menggambarkan data berdasarkan interpretasi peneliti.

Analisi data dilakuakn dengan pengorganisasian data yang terkumpulberupa hasil wawancara dalam bentuk catatan, rekaman wawancara, dokumen,atau arsip resmi, foto sebagai dokumentasi, kemudian diurutkan dan di kelompokkan dalam bentuk kategori kategori tertentu sehingga akan mudah untuk di interpretasikan dan di pahami . selanjutnya data di interpretasikan data dengan metode penganalisan data yang di gunakan adalah interpretasi etik dan emik . Interpretasi emik adalah bahasa lisan y6ang digunakan oleh kelompok tertentu, kemudian di ubah melalui interpretasi etik, Interpretasi emik di pakai oleh peneliti atau informana sehingga perlu untuk dibahasakan lagi oleh peneliti.

Data yang diperoleh di lapangan dalam penelitian ini dalam bentuk data   kualitatif. Analisis data  yang dilakukan bersifat interpretative yaitu berupa interpretasi yang bertujuan untuk mencapai pengertian dari apa yang ditemukan dilapangan dengan menggunakan pemikiran logis dan disajikan dalam bentuk deskriptif analisis yang merupakan ciri-ciri pendekatan kualitatif.

Dalam penelitian ini data yang telah dikumpulkan dari hasil observasi dan wawancara yang direkam lewat kaset  serta catatan penelitian diseleksi dan diklasifikasikan sesuai dengan kebutuhan. Data yang telah diseleksi tersebut  kemudian dianalisis dengan metode kualitatif. Data tersebut kemudian disusun secara sistematis sehingga bisa mendapatkan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan  yang akhirnya dapat memberikan kesimpulan dari hasil penelitian ini.        

III.9 Skema Pemikiran Dalam Penelitian

 

 

 

 

 

III.10 Rancangan Struktur Penelitian

            Peneltian ini dirancang sesuai dengan sistematika penulisan skripsi yang telah diatur oleh Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNAND sebagai berikut : 

·         BAB I berisikan pendahuluan

·         BAB II memuat tentang kerangka teori

·         BAB III memuat metode penelitian

·         BAB IV menjelaskan gambaran umum lokasi penelitian

·         BAB V menjelaskan tentang temuan dan deskripsi data

·         BAB VI menjelaskan analisis data

·         BAB VII bagian penutup berisikan kesimpulan dan saran 

 

 

You are here: Home Makalah Pangi Syarwi Chaniago: Political Marketing